| Keindahan Dunia.... |
ku temukan banyak kenikmatan juga anugerah-Nya.aku yang selalu di limpahi rahmat dan anugerah-Nya,ku yang selalu masih bisa tersenyum ceria,ku yang masih bisa makan dan minum dengan rezeki yang bisa di bilang lebih dari yang lainnya.ku yang masih senantiasa di berikan kesempatan menunaikan amalan-amalan ibadahku sedangkan terkadang ku lihat sekelilingku masih banyak yang mengalami tekanan dalam menjalaninya.ku yang mempunyai kasih sayang lebih dari mereka yang tidak punya orang tua dan sanak keluarga,ku yang masih bisa menghirup udara kebebasan di mana di luar sana masih banyak yang mengalami tekanan,ku yang mampu menggerakkan langkah kakiku kemana yang ku mau sementara di luar sana masih banyak yang terkekang dalam benteng-benteng kewajiban dan tanggung jawab kerja,ku yang.........
masih banyak lagi anugerah yang Alloh berikan padaku.tapi sudahkah aku bersyukur atas semua nikmat-nikmat yang ku dapat,sudahkah ku imbangkan semua itu dengan bentuk pengabdian yang setulusnya pada-Nya?
ku makin hari makin terlena akan kenikmatanku,sampai terkadang dalam sehari ku hanya mengingat-Nya yang dalam batas hitungan.ku terus dan terus sibuk mengejar kenikmatan duniaku sampai terkadang ambisius dan terobsesi membelenggu diri.meski terlintas kesadaran bahwa semua itu tiada akan abadi tapi apakah aku telah berhenti bila kesadaran itu datang pada diri.jawabnya "TIDAK"
ku bahkan semakin giat menelesuri keindahan,kenikmatan duniaku.terkadang bila kenyataan tidak sesuai keinginan aku berontak diri dan menjerit-jerit.seolah kata hatiku tak ku perdulikan lagi tertutup dan tenggelam oleh ego diri mengejar kenikmatan duniawi.intinya ku telah mendzalimi diri......
harta,hanyalah sebentuk materi untuk menyambung hidup di dunia takkan lah akan di bawa mati.wajah/tampang adalah nilai relatif dari seseorang yang hanya terbentuk dari setipis kulit ari bisa sirna tanpa kita sadari.kemolekkan tubuh hanyalah balutan dari hati yang kerangkanya bisa rapuh tanpa kita mampu mencegah datangnya.
Itukah yang selama ini aku unggul-unggulkan?
Bilakah semua itu sirna,akan kah aku akan menjerit meronta ataukah mungkin akan gila?
mungkin jawabannya "IYA"
bila semua itu telah sirna mungkin ku bagaikan raga yang di tinggal penghuninya.sadarlah Nur.....
sebelum semua itu sirna,bekali dirimu dengan iman dan taqwa yang kelak kekal dan takkan ada seorangpun bisa mengambil bagian dari apa yang kau usahakan.Ingatlah Nur apa yang kau bangga-banggakan kelak akan sirna,itu hanyalah titipan dan takkan menolongmu bila api neraka menimpa.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar